
Popularitas olahraga padel yang kian menjamur di kota-kota besar Indonesia mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin aktif dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sosial. Namun, di balik antusiasme tersebut, risiko cedera olahraga juga ikut meningkat dan tidak bisa diabaikan.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa cedera olahraga di Indonesia paling sering terjadi pada ekstremitas bawah, terutama lutut dan pergelangan kaki, dengan jenis cedera berupa dislokasi, keseleo, serta regangan pada otot dan ligament. Pola ini sejalan dengan meningkatnya minat Masyarakat terhadap olahraga raket modern seperti padel, yang menuntut pergerakan lateral cepat, tumpuan berulang pada sendi lutut, serta intensitas permainan yang cukup tinggi.
Situasi ini tercermin dalam data klaim internal AXA Financial Indonesia sepanjang 2025 yang menunjukkan bahwa dislokasi, keseleo, serta regangan pada sendi dan ligamen lutut menjadi kondisi yang paling banyak diajukan dalam pengajuan klaim. Tidak hanya dari sisi jumlah, nilai pengobatan cedera juga tidak bisa dianggap sepele. Berdasarkan data AXA Financial Indonesia tahun 2025, biaya pengobatan dislokasi dan keseleo rata-rata mencapai Rp. 12jt perorang.
Disinilah ironi gaya hidup aktif kerap muncul. Banyak orang rela mengeluarkan belasan juta rupiah untuk perlengkapan olahraga seperti raket padel, namun masih menimbang-nimbang ketika berbicara soal perlindungan kesehatan. Padahal, satu kejadian cedera saja bisa memicu biaya perawatan yang setara, bahkan melebihi pengeluaran untuk menunjang hobi olahraga itu sendiri.
Seiring tren olahraga yang terus berkembang dan semakin menjadi bagian dari gaya hidup, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal. Meski tidak sepenuhnya dapat dihindari, cedera olahraga dapat diminimalkan dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat dan konsisten, diantaranya:
- Lakukan pemanasan dengan benar sebelum berolahraga
Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan sendi agar lebih siap menerima beban aktivitas, sekaligus menurunkan risiko cedera akibat gerakan mendadak.
- Pendinginan setelah selesai berolahraga
Pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal secara bertahap dan mengurangi kekakuan serta nyeri otot setelah aktivitas fisik.
- Terapkan teknik olahraga yang tepat dan terkontrol
Teknik yang benar menjadi faktor krusial, terutama pada olahraga dengan pergerakan cepat dan tumpuan sendi yang tinggi, untuk mencegah tekanan berlebih pada lutut.
- Jaga hidrasi dan nutrisi yang seimbang
Asupan cairan dan nutrisi yang cukup turut berperan dalam menjaga fungsi otot dan sendi tetap optimal serta membantu proses pemulihan tubuh.
- Berikan waktu istirahat yang cukup
Istirahat yang memadai membantu mencegah cedera akibat penggunaan berlebihan dan memberi kesempatan bagi tubuh untuk pulih.
Di tengah tren olahraga yang semakin digemari, upaya pencegahan cedera perlu dilakukan secara konsisten agar aktivitas fisik tetap aman dan berkelanjutan. Selain menjaga kesiapan fisik, lengkapi langkah menjaga kesehatan dengan memiliki perlindungan kesehatan yang dapat melindungi Anda saat terkena risiko sakit atau cedera, sekaligus membantu mengurangi dampak finansial ketika membutuhkan perawatan medis.
Cegah risko cedera dengan persiapan olahraga yang tepat dan lengkapi dengan solusi perlindungan dari AXA Health Protector dari AXA Financial Indonesia.
Bukan cuma fisik yang kuat tapi juga masa depan yang semakin kuat
Tag: #AXA #AXAFinancialIndonesia #SemakinKuat
Referensi:
- 10 Cedera Saat Olahraga yang Umum Terjadi - Hello Sehat
- Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
- (PDF) Cedera olahraga serta penyakit terkait olahraga
Olahraga Boleh Ngebut, Cedera Jangan Ikut.
Langkah pencegahan cedera olahraga:
- Lakukan pemanasan dengan benar
- Lakukan pendinginan setelah selesai
- Gunakan teknik olahraga yang tepat
- Jaga hidrasi dan nutrisi
- Berikan waktu istirahat yang cukup
Yuk, lengkapi langkah menjaga kesehatan dengan memiliki perlindungan kesehatan yang dapat meilindungi Anda saat terkena risiko sakit atau cedera.
